Dayah Rauhul Mudi Al Aziziyah dan Pemuda Jeunieb Tolak Radikalisme, Hoaks dan Provokasi AI

REDAKSI
Saturday, 5 September 2026
Last Updated 2026-09-05T05:09:52Z
masukkan script iklan disini


BIREUEN — Dayah Rauhul Mudi Al Aziziyah bersama pemuda Jeunieb mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memperkuat literasi digital dan tidak mudah terpengaruh paham radikal, berita bohong (hoaks), maupun konten provokatif yang beredar di media sosial.

Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga persatuan, keamanan dan perdamaian Aceh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurut mereka, perkembangan AI membuat produksi konten digital semakin mudah. Di sisi lain, teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membuat informasi palsu atau konten manipulatif yang sekilas tampak seperti kejadian maupun informasi sebenarnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai setiap informasi yang muncul di media sosial. Setiap informasi perlu diperiksa sumber dan kebenarannya sebelum dibagikan kembali.

“Mari bersama-sama menolak paham radikal, tidak mudah terpengaruh berita hoaks dan provokasi di media sosial. Pastikan setiap informasi yang diterima benar dan terverifikasi sebelum dibagikan kepada orang lain,” demikian seruan yang disampaikan.

Selain mengingatkan bahaya informasi palsu, Dayah Rauhul Mudi Al Aziziyah dan Pemuda Jeunieb mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi, termasuk AI, untuk kegiatan yang memberikan manfaat.

AI dinilai dapat digunakan untuk mendukung pendidikan, meningkatkan kreativitas, menyebarkan informasi positif serta membantu generasi muda mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.

Sebaliknya, teknologi tersebut diharapkan tidak digunakan untuk membuat atau menyebarkan informasi palsu, ujaran provokatif, maupun konten yang dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat.

Keterlibatan dayah dan pemuda dalam meningkatkan kesadaran digital juga dinilai penting. Selain menjadi ruang pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter, dayah bersama generasi muda dapat berperan dalam membangun budaya bermedia sosial yang sehat dan bertanggung jawab.

Nilai-nilai persatuan, toleransi, saling menghargai serta kepedulian terhadap perdamaian juga perlu terus diperkuat seiring semakin besarnya pengaruh media sosial dalam kehidupan masyarakat.

Melalui seruan tersebut, Dayah Rauhul Mudi Al Aziziyah dan Pemuda Jeunieb mengajak masyarakat menerapkan prinsip saring sebelum sharing, memeriksa sumber informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun konten manipulatif berbasis AI.

Mereka berharap kesadaran bersama dalam menggunakan media sosial dapat menjadi bagian dari upaya menjaga Aceh tetap aman, damai dan kondusif.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Video Terpopuler