Kritik ‘Program Peng Jajan Program ‘Peng Jajan Aneuk Sikula’ Dikritik, Garda SAH: Bukti 03 Tak Berpihak ke Rakyat

Nana Thama
Wednesday, 13 November 2024
Last Updated 2024-11-13T09:52:55Z
masukkan script iklan disini

ACEH TIMUR – Program ‘Peng Jajan Aneuk Sikula’ milik pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Aceh Timur Nomor Urut 1, H. Sulaiman Tole-Abdul Hamid memiliki daya tarik yang luar biasa.

Selain menjadi bahan perbincangan publik, program ini juga menjadi salah satu topik dan dibahas di arena Debat Publik Calon Bupati-Wakil Bupati Aceh Timur yang digelar pada Selasa (12/11) kemarin.

Barisan pendukung Cabup-Cawabup Aceh Timur Nomor urut 1, H. Sulaiman Tole-Abdul Hamid yang tergabung dalam Garda Sulaiman-Abdul Hamid (SAH), mengatakan bahwa, baik Cabup H. Sulaiman Tole maupun Cawabup Abdul Hamid (Apong) mampu menjawab dengan baik pertanyaan itu meski memiliki keterbatasan waktu.

Ketua Garda SAH, Mirzazulhadi pun menyayangkan pernyataan yang datang dari pendukung paslon nomor urut 03 yang menyebut program ini tidak realistis sehingga sulit dilaksanakan, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah.

Mirza menegaskan, program-program Sulaiman-Abdul Hamid bukan lah program yang mustahil direalisasikan. Namun, program yang memang benar-benar memihak pada rakyat secara umum, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Program ini jelas sangat berpihak untuk masyarakat, khususnya fakir miskin yang ekonominya terbatas. Juga program lain seperti Santunan Kematian, Santunan Menikah dan Biaya Pendampingan Orang Sakit. Anggaran ini kan bisa dikelola dengan bijak. Patut kita pertanyakan, sebenarnya mereka (pengkritik) berpihak ke masyarakat atau tidak?,” kata Mirza dalam keterangan resminya di Idi, Rabu (13/11).

Dijelaskan Mirza, dalam menyusun setiap program kerja tentu Cabup-Cawabup manapun sudah memiliki rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan, jika terilih nanti. Di kesempatan terbatas, tentu tidak semua mampu dijabarkan secara lengkap, apalagi harus menjelaskan soal teknis dan anggaran.

“Kenapa kubu sebelah (03) terlalu sibuk menjelekkan program kerja orang lain. Kenapa tidak mengurus diri sendiri saja? Bukannya malah mendapat simpati, justru masyarakat menjadi semakin muak. Lawan terberat mereka (03) sebenarnya bukan orang lain, tapi timnya itu sendiri,” ucapnya.

Mirza menambahkan, pengkritik ini mungkin tidak pernah tau apalagi bisa merasakan bagaimana susahnya kehidupan menengah ke bawah terutama di pedalaman sana, dimana masih banyak anak-anak yang akhirnya putus sekolah dan menunda mimpinya karna faktor ekonomi.

“Saya melihat paslon rival dan pendukungnya ini banyak orang-orang latah yang takut kalah. Mereka selalu menggunakan fitnah dan berita bohong sebagai bahan kampanye,” pungkasnya.( NT )
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Video Terpopuler